Posts

Showing posts from December, 2020

SETULUS CINTA ZARA Part 15

Zara terbangun disepertiga malam seperti biasa ia akan melakukan Sholat sunnah. saat ingin bangun ia merasa berat diperutnya ia melihat kearah perutnya tangan suaminya melingkar diperutnya ia berusaha untuk menyingkirkannya tapi bukannya menyingkir malah Fatan makin merapatkan pelukannya. "Abang!" Panggil Lirih Zara. "Diamlah Delisa aku masih merindukanmu dan memelukmu" kata Fatan serak. Zara menarik nafas dan membuangnya. "Abang! Zara ingin kekamar mandi" kata Zara membuat Fatan membuka matanya dan melihat Zara. "Zara ingin kekamar mandi abang" kata Zara dengan suara menahan tangis. Fatan mengalihkan tangannya dari perut Zara. Zara segera menutupi tubuhnya dengan selimut dan berjalan menuju kamar mandi. Ia segera menyalakan shower dibawah guyuran dingin air malam Zara meremas dadanya yang terasa sesak saat ini. "tidak adakah sedikit celah dihatinya untuk aku?" "Hanya sedikit, sedikit saja" kata Zara dalam tangisannya. Zara te...

SETULUS CINTA ZARA Part 14

Fatan turun dari lantai atas melihat Zara sedang menelfon seseorang dengan wajah serius membuat Fatan penasaran dan mendekatinya.  "Ada masalah?" Tanya Fatan. "Sedikit tapi sudah diselesaikan" jawab Zara. "Abang makan dulu" ajak Zara. Setelah makan Fatan masuk ruang kerjanya hanya ruang kerjanya yang membuat dia bisa berfikir. Sedangkan Zara berada diruang tv. sebegitu cintakah suaminya mantan kekasihnya sampai dia tidak mau menerima wanita lain dihatinya. "Ya Allah sesulit inikah mendapat secuil kasih dari suamiku?" Bathin Zara sambil menatap foto besar dihadapannya. "Sanggupkah aku bertahan menjalani ini ? beri zara Jalan Ya Allah" sambungnya. Setitik air mata jatuh dipipinya ia segera menghapusnya. Sebenarnya ia rapuh didalam, tidak ada pegangan saat seperti ini. Adzan isya' berkumandang menyuruh semua umat muslim segera menjalankan kewajibannya. Zara segera naik keatas untuk menjalankan sholat isya' Sebenarnya ia ingin suami...

SETULUS CINTA ZARA Part 13

Abu Daud, Nabi Muhammad SAW. bersabda : Datangilah (gauli) ladangmu ( Istrimu ) menurut yang kau ingini, berilah ia makan jika engkau makan, berilah ia pakaian, jangan bermuka masam kepadanya dan jangan kau pukul dia. ### Sepulang dari pesta Zara segera melakukan sholat isya' sedangkan Fatan masuk keruang kerjanya. "Apa aku beruntung memilikinya?" Tanya Fatan pada dirinya sendiri. Dia masih memikirkan setiap apa yang dikatakan temannya tadi kalau dia beruntung memiliki Zara. Ketukan pintu membuat Fatan berdiri dan membuka pintunya. Berdiri Zara didepan pintu dengan masih mengenakan mukenanya. Fatan mengangkat alisnya. "Tadi ada yang menelfon bang, Zara fikir penting jadi Zara bawa kesini" kata Zara sambil mengulurkan ponsel Fatan. Fatan mengambilnya. "Makasih" kata Fatan dan pergi masuk keruangannya. Zara kembali ke kamar untuk melepas mukenanya. Saat ingin naik keatas ranjang Zara mendengar suara pintu terbuka, dilihat suaminya baru masuk kamar. ...

SETULUS CINTA ZARA Part 12

Zara ingin berkunjung ke kafenya tapi tidak enak jika meminta Fatan untuk mengantarnya karena arah kafenya tidak searah dengan kantor Fatan. "Zara turun didepan saja bang" kata Zara membuat Fatan melihatnya sebentar. "Kenapa?" "Zara ingin mengunjungi kafe Zara sudah lama Zara tidak melihatnya" kata Zara. "Aku antar" putus Fatan, Zara hanya mengangguk. Sampai di kafe Zara turun sebelum turun ia mencium tangan Fatan seperti biasa. "Nggak mampir dulu bang?" Tanya Zara. "Ada meeting pagi ini" kata Fatan. Zara mengangguk, "hati-hati bang" pesan Zara, Ethan hanya mengangguk dan pergi tepat saat mobil Fatan pergi Mobil mama Zara datang. Zara tersenyum melihat mamanya yang cantik turun dari mobil. "Assalamualaikum mamaku yang cantik" salam Zara dan menyambut mamanya dengan pelukan. "Waalaikumsalam anak mama" jawab Aminah mama Zara. "ayo masuk mama ingin mendengar ceritamu" ajak Aminah. "Yuk...

SETULUS CINTA ZARA Part 11

Fatan masuk kamarnya setelah menidurkan Lana tapi ia tidak melihat Zara ada dikamarnya. Ia memutuskan untuk mencari Zara didapur. Dan saat ia ingin masuk dapur ia melihat Zara sedang berkutat dengan laptopnya saking seriusnya Zara tidak menyadari jika Fatan sedang memperhatikannya. Fatan terus melihat gerak gerik Zara kadang mengusap hidung mancungnya, terkadang menggaruk rambut hitamnya kadang cemberut dan kadang tersenyum. Membuat Fatan penasaran akhirnya ia melangkah diam-diam dan duduk disofa belakang Zara. Fatan mengerutkan keningnya melihat Zara sedang mendesain baju bayi dan apa yang membuat dia cemberut. Zara mengirim desainannya ke Helen dan dapat komentar tidak mengenakkan, jadi Fatan tahu apa yang membuat Zara Cemberut. "Malam-malam kenapa tidak tidur?" Kata Fatan membuat Zara terjengkit kaget. "Astagfirullah abang! Buat Zara kaget saja" kata Zara sambil menoleh kebelakang dan memegang dadanya. "Zara ganggu tidur abang ya?" Tanya Zara, Fatan men...

SETULUS CINTA ZARA Part 10

Mereka sampai di sekolah Lana hanya dengan jalan kaki karena jarak sekolah dari butik Zara hanya sekitar 100 meter. "Belum keluar?" Tanya Fatan. "Sebentar lagi Bang" kata Zara. Tak lama tepat jam 10, semua murid ke luar dari kelas, Zara tersenyum saat melihat Lana dengan tas ransel kecil dipunggungnya. "Mama...!" Panggil Lana dan memeluk Zara. "Papa jemput Lana lho" bisik Zara.  Lana melihat kebelakang Zara, Fatan sedang tersenyum ke Lana. "Papa!" Panggil Lana. Fatan merentangkan tangannya, Lana berjalan menuju pelukan Papanya. "Maafin Lana Papa!" Kata Lana.  Fatan mengangguk.  "Papa juga minta maaf sudah terlalu sibuk" kata Fatan. "Ayo sayang!" ajak Fatan. Fatan menggandeng tangan Lana dan pergi meninggalkan Zara di belakang. "Kenapa?" Tanya Fatan saat tiba-tiba Lana berhenti dan menoleh ke belakang. "Mama ketinggalan Papa!" Kata Lana sambil menoleh ke belakang. Zara sedang berjalan men...

SETULUS CINTA ZARA Part 09

Setelah obrolan pertamaku dengan Fatan hubungan kami sedikit membaik meski dia masih dingin kepadaku, tapi tidak sedingin saat aku masuk ke rumahnya. "Mama Lana mau belangkat baleng Papa ya?" Kata Lana saat sedang sarapan pagi. Aku memandang Fatan tapi tak ada respon. "Sama Mama juga sepelti teman-teman Lana" kata Lana. Lana sudah bersekolah di Paud dekat butikku, jadi aku bisa mengawasinya. "Papa ada meeting pagi ini sayang lain kali ya?" Kata Fatan membuat Lana cemberut. "Sayang kan ada Mama, jadi berangkat bareng mama ya, lain kali Papa kalau tidak sibuk pasti mau mengantar Lana" kataku. Lana mengangguk walaupun bibirnya masih manyun "Kalau mau senyum manis Lana mana?" Tanyaku Lana menghadap Papanya dan menampilkan senyum manisnya. "Anak pintar" pujiku. Kulihat Fatan beranjak dari duduknya dan mengambil tas dan jas kantornya. Dia mencium Lana dan mengulurkan tangannya padaku, aku menyambutnya dan mencium punggung tangannya....

SETULUS CINTA ZARA Part 08

"Mama!" Panggil Lana saat aku turun dari lantai atas. "Iya sayang?" tanyaku pada Lana, ia mengangkat lembar kerjaku yang penuh dengan susu coklat miliknya. Ya Allah lembar kerjaku rusak padahal besok harus selesai. Aku hanya tersenyum tidak mau membuat dia takut padaku  "Kena susu cokat Lana Mama" kata Lana sambil menunduk takut. Aku dekati dia dan kujongkokkan badanku supaya sejajar dengannya  "Tidak apa-apa sayang nanti Mama buat lagi" kataku. "Tapi lain kali hati-hati ya sayang" kataku dia mengangguk. "Maafin Lana Mama" katanya. "Mama maafin sayang, yaudah Lana main lagi ya" kataku.  Dia mengangguk dan kembali bermain. Kulihat suamiku sedang fokus dengan laptopnya. Fatan Pov. Aku pulang cepat hari ini karena pekerjaan di kantorku sudah kelar, aku segera membawa mobilku pulang ke rumah. Kulangkahkan kakiku ke dalam rumah yang tampak sepi. Aku mendengar suara tawa anakku, kulangkahkan kakiku menuju halaman belakang....

SETULUS CINTA ZARA Part 06

Zara yang lagi melayani pelanggan mendengar lonceng pintu masuk  berbunyi menandakan ada yang datang. Zara mendongak melihat siapa yang datang. Ternyata Suaminya yang datang, Zara tersenyum ke arah  Fatan. "Sachi!" Panggil Zara. "Iya Mbak?" "Tolong layani pelanggan ini, aku mau menemui suami ku" kata Zara. "Baik Mbak" jawab Sachi. "Maaf ya Mbak saya mau menemui suami saya" kata Zara pada pelanggannya. Pelanggannya yang wanita paruh baya itu tersenyum dan mengangguk. Zara melangkah menuju suaminya. "Assalamualaikum Abang" salam zara dan meraih tangannya untuk disalimnya. "Ayo ke ruang Zara, Zara mau sholat dhuhur sebentar" ajak Zara dan melangkah menuju ke ruangannya. Fatan mengamati ruangan kecil itu, di ruang itu ada meja kerja dan sofa sudut menghadap meja kerja, dan ada pintu seperti kamar tidur. Fatan melangkah menuju meja kerja Zara disitu ada dua buah pigora foto Zara dan Mamanya sedang tersenyum senang menatap...

SETULUS CINTA ZARA Part 05

Setelah sholat subuh aku segera ke dapur seperti biasa mengerjakan pekerjaan rumah. Status baru yang kusandang mengharuskanku bertanggung jawab atas rumah besar ini. Menu sarapan pagi ini aku membuat pancake dan waffle  Aku melihat Fatan turun dengan pakaian tidurnya dengan menggendong Lana. Saat melihatku ia sempat kaget dan secepatnya ia merubah wajah kagetnya dengan wajah datarnya.  "Assalamualikum Abang." Sapaku saat ia sudah sampai di meja makan. "Assalamualaikum anak Mama yang cantik" sapaku pada Alana "Waalaikumussalam" jawab keduanya Aku mengambil Lana dari gendongan Fatan agar Fatan bisa duduk. "Hmm Lana suka pancake, tapi Lana pengen waffle" kata Lana. Aku mengambilkan sepotong pancake dan waffle untuk Fatan dan ku lumuri dengan sirup. "Lana mau apa?" "Waffle aja Ma" kata Lana. Kuambilkan satu waffle untuk Lana. "Nanti Lana diantar Mama saja ya Pa ke rumah Eyang" kataku pada Lana . Lana mengangguk.  Fatan  ...

SETULUS CINTA ZARA Part 04

"Assalamualaikum" salamku padanya.. "Waalaikumussalam" jawabnya kuraih tangannya untuk bersalaman setelah itu dia masuk ke dalam meninggalkanku dengan Lana di depan pintu. "Assalamualaikum sayang" salamku pada Alana yang diam mematung di depan pintu. "Waalaikumussalam" jawabnya pelan.  Kujongkokkan tubuhku biar sejajar dengannya. "Ada apa kok diam saja?" tanya Zara. "Mama di sini?" Tanyanya. Aku mengangguk. "Mama akan tinggal disini?" tanyanya lagi. Aku mengangguk lagi.  "Selamanya?"  "Insyaallah sayang" jawabku. "Yeeaaaahhh" teriaknya senang dan berhambur dipelukannku. "Lana sudah makan?"  Alana menggeleng. "Mama tadi sudah masak, mau makan masakan Mama?" Tanyaku. Alana mengangguk senang. Aku menggendongnya masuk ke dapur kududukkan dia di kursi sebelum aku memanggil suamiku. "Lana bentar Mama mau panggil Papa dulu ya" kataku. Dia mengangguk. Kulangkahkan k...

SETULUS CINTA ZARA Part 03

"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku" (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.) ---------- Aku duduk di kamar ditemani Helen dan Kakak tiriku. "Jangan gugup, tanganmu sangat dingin" kata Helen. "Iya dek tanganmu dingin banget" kata Kak Sandra. Aku hanya tersenyum,  "Ya Allah semoga ini menjadi pertama dan terakhir untukku" doa ku dalam hati. "Ayo sudah selesai" kata Bunda istri muda Papa. Aku dituntun Helen dan Kak Sandra. Menuju lantai bawah dimana akad nikah dilaksanakan. "Saya terima nikahnya Fatimah Azzara binti Darman Prayoko dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang dua juta enam belas ribu rupiah dibayar tunai" lafadnya dengan sekali nafas. Sah? Sah. Hatiku semakin deg-degan karena aku sudah resmi menjadi seorang istri pengusaha muda Fatan Dwija Anggoro, Doa dipanjatkan, kutundukkan kepalaku ikut mengaminkan setiap doa yang dibacakan. Aku menunduk saat ia melangkah ke arahku. Dia berjongko...

SETULUS CINTA ZARA Part 02

 Tok ... Tok ... Tok ...  Suara ketukan pintu mengganggu konsentrasiku, aku berdiri dari kursiku berjalan untuk membuka pintu.  Kulihat anak kecil berusia tiga tahunan berdiri di depan pintu dengan rambut yang dikepang dua, ini dia calon anakku. “Mama!” panggilnya. Kujongkokkan tubuhku biar bisa sejajar dengannya. “Assalamu’alaikum, sayang” salamku. “Wa’alaikumussalam Mama” jawabnya.  Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling mencari sosok yang akan menjadi calon imamku. “Lana, sama siapa sayang?”, tanyaku karena tidak menemukan siapapun yang bersama anak ini. “Tadi sama Papa, tapi Papa ada meeting jadi Lana ditinggal disini” katanya, aku menggiringnya masuk ke dalam ruanganku. Alana Queta Anggara itu nama gadis kecil yang sangat cantik ini. Tiba-tiba ponselku berbunyi, nama Fatan terpampang di layar ponselku, kuusap layarnya. “Hallo, sorry aku tinggal Lana, dia dari tadi nangis, minta diantar ke tokomu” katanya panjang lebar tanpa mengucap salam terlebih dahulu. “As...

SETULUS CINTA ZARA Part 01

Namaku Fatimah Azzara gadis berhijab berusia 23 tahun mempunyai usaha Cake Cafe Shop dan butik Muslimah. Aku hanya tinggal bersama Mamaku. Papaku ...?, Papa sudah menikah lagi saat usiaku 17 tahun. Padahal Mamaku sangat mencintai Papa dan rela bermadu dengan wanita muda Papa, tapi Papa yang tidak mau karena Papa takut tidak bisa bersikap adil pada Mama, akhirnya dengan berat hati Mama melepas Papa. Tapi demi kebaikanku mereka masih saling berkomunikasi sampai saat ini. --------- Hari ini aku mengawali pagi dengan senyuman sehabis sholat subuh tadi aku sudah ke luar rumah untuk jogging, kebiasaan sehatku aku tidak sendiri sudah janjian dengan Helen dan suaminya.  Ya, Helen sahabat dunia akhiratku sudah mempunyai suami yang dinikahinya sebulan yang lalu. Aku menunggu di bangku taman sambil mendengarkan musik dari ponselku. “Hay ...”, sambil menepuk bahuku. “Assalamu’alaikum”, salamku sambil menekankan salam padanya. Dia hanya tersenyum sambil mulutnya bergerak, “Wa’alaikumsalam, maaf...