SETULUS CINTA ZARA Part 09
Setelah obrolan pertamaku dengan Fatan hubungan kami sedikit membaik meski dia masih dingin kepadaku, tapi tidak sedingin saat aku masuk ke rumahnya.
"Mama Lana mau belangkat baleng Papa ya?" Kata Lana saat sedang sarapan pagi.
Aku memandang Fatan tapi tak ada respon.
"Sama Mama juga sepelti teman-teman Lana" kata Lana.
Lana sudah bersekolah di Paud dekat butikku, jadi aku bisa mengawasinya.
"Papa ada meeting pagi ini sayang lain kali ya?" Kata Fatan membuat Lana cemberut.
"Sayang kan ada Mama, jadi berangkat bareng mama ya, lain kali Papa kalau tidak sibuk pasti mau mengantar Lana" kataku.
Lana mengangguk walaupun bibirnya masih manyun
"Kalau mau senyum manis Lana mana?" Tanyaku
Lana menghadap Papanya dan menampilkan senyum manisnya.
"Anak pintar" pujiku.
Kulihat Fatan beranjak dari duduknya dan mengambil tas dan jas kantornya.
Dia mencium Lana dan mengulurkan tangannya padaku, aku menyambutnya dan mencium punggung tangannya.
"Hati-hati Bang assalamualaikum" pesanku.
"Waalaikumussalam" jawabnya.
"Lana!"
Panggilku sepertinya ia masih marah sama Papanya.
Akhirnya ia mengulurkan tangannya sambil wajahnya ditekuk.
"Besok Papa antar ya sayang" janji Fatan.
"Besok libul" jawab Lana dan pergi masuk ke dapur
Aku hanya bisa menggeleng melihat Lana.
"Biar Zara urus, Abang berangkat saja" kataku.
Dia mengangguk dan pergi seperti biasa tanpa kecupan sayang darinya.
Aku melangkah menyusul Lana.
"Lana hey kenapa tadi bersikap begitu pada Papa tidak boleh begitu Nak" nasehatku.
"Papa tidak sayang Lana Ma, dulu Papa seling ngantelin kelumah Eyang, tapi cekalang Lana minta diantal cekolah tidak diantal" katanya.
"Lana tidak boleh ngomong gitu sayang!, Papa sayang Lana kok, Papa kerja sayang, Papa kerja juga buat Lana dan Papa juga sayang sama Lana, kalau tidak sayang Papa tidak akan membelikan Lana mainan yang banyak" kataku.
"jadi Papa sayang Lana?"
Aku mengangguk.
"Nanti kalau Papa pulang minta maaf ya kasihan papa" kataku
Dia mengangguk.
-----------
Fatan pov.
Aku kembali ke rumah karena dokumenku ada yang ketinggalan, aku langkahkan kakiku menuju ruang kerjaku saat aku ingin naik ke atas, aku mendengar Lana putriku berbicara.
"Papa tidak sayang Lana Ma, dulu Papa seling ngantelin kelumah Eyang tapi cekalang Lana minta diantal cekolah tidak diantal" katanya
Membuatku termenung apa aku terlalu sibuk sampai anakku bisa bilang begitu.
"Lana tidak boleh ngomong gitu sayang, Papa sayang Lana kok, Papa kerja sayang, Papa kerja juga buat Lana, dan Papa juga sayang sama Lana, kalau tidak sayang Papa tidak akan membelikan Lana mainan yang banyak" kata Zara lembut membuatku sedikit bersalah karena selalu bersikap dingin padanya.
"Jadi Papa sayang Lana?" Tanya Lana
"Iya tentu sayang, nanti kalau Papa pulang minta maaf ya kasihan Papa" katanya.
Dia gadis baik selalu mengajarkan anakku kebaikan padahal dia belum berpengalaman mengurus anak, gadis yang baik.
Setelah aku mengambil, aku segera pergi dan secepat mungkin aku akan menyelesaikan meeting ini dan menjemput anakku sekolah mungkin sedikit mengurangi rasa kecewa Lana.
-----------
Author pov.
Fatan menyelesaikan meetingnya dengan lancar dan membawa hasil yang memuaskan.
Dia menelungkupkan wajahnya ke meja capek dengan pikiran dan hatinya.
"Ada masalah bro?" Tanya Dewa membuat Fatan hampir tersungkur karena kagetnya.
"Bisa tidak ketuk pintu dulu?" kata Fatan sedikit kesal.
"Aku ketuk pintu dari tadi sampai tangan aku merah tak ada respon dari kamu ya aku masuk saja" kata Dewa tanpa rasa bersalah.
"Ada apa?" Tanya Fatan.
Dewa menyodorkan undangan ke meja Fatan.
"Ajak istrimu" kata Dewa.
"Besok malam?" Tanya Fatan.
"Iya besok malam, ingat datang sama istrimu" kata Dewa dan pergi.
"Wa!" Panggil Fatan.
Dewa menoleh dan menaikkan alisnya.
"Meeting nanti kamu yang datang ya? Aku mau menjemput Lana sekolah" kata Fatan.
"Okey" kata Dewa dan pergi.
Sedangkan Fatan membereskan dokumen-dokumennya dan bersiap pergi.
Ia ke luar kantor dan mengendarai mobilnya menuju butik Zara tidak sampai satu jam ia sudah sampai di butik Zara.
Ia bisa melihat Zara yang sedang melayani pelanggan dari luar.
-----------
Zara yang melihat suaminya datang, langsung berdiri dan menyambutnya di salim tangan suaminya.
"Assalamualikum Abang! Ada apa?" Tanya Zara menggiring Fatan untuk masuk ruangannya.
"Lana sudah pulang?" Tanya Fatan.
Zara melihat jam tangannya.
"Setengah jam lagi Bang." jawab Zara.
Fatan mengangguk saja.
"Zara buatkan minum dulu." Kata Zara dan berlalu keluar.
Fatan yang didalam ruangan itu memandang foto yang menggantung di dinding foto pernikahannya dengan Zara terlihat anggun saat Zara mengenakan baju putih itu.
Lama memandang foto itu sampai Zara datang tidak tahu.
"Minum Bang!" Kata Zara membuat Fatan kaget.
"Maaf Bang membuat Abang kaget" kata Zara sambil meletakkan secangkir kopi di meja di ruang kerjanya
" Zara tinggal dulu di depan ya Bang, lagi banyak pelanggan" pamit Zara.
Fatan hanya mengangguk
Fatan yang ingin lebih tahu Zara mulai menjelajahi meja kerja Zara yang tertata rapi.
Ia membuka Laci meja kerja Zara dan menemukan sebuah buku note kecil, dibukanya buku itu hanya catatan kunjungan kerjanya.
Fatan mulai membuka laci berikutnya yang berisi sebuah buku kecil berwarna hitam dengan tulisan disampulnya 'Fatimah Azzara'
Dia membuka lembar pertama.
04-06-2016
Assalamualaikum wr.wb
Aku Fatimah Azzara hanya seorang gadis biasa tanpa ada yang istimewa, memiliki keluarga yang tidak utuh tapi aku masih bersyukur mempunyai Mama yang selalu ada untukku hanya Mama yang selalu mengerti aku.
Mama dia adalah surgaku saat ini sebelum ada surga lain untukku yaitu suamiku.
Fatan menutup buku kecil itu rasanya tidak sopan membaca diary orang tapi rasa penasarannya membuatnya menghilangkan sopan santun yang ia punya. Ia menyelipkan buku itu di jas kerjanya, ia akan membaca nanti waktu di rumah.
Tepat saat ia ingin keluar Zara masuk, Zara tersenyum manis biasa yang selalu ditampilkan padanya.
"Sudah waktunya Lana pulang Bang" kata Zara.
Fatan mengangguk dan berjalan keluar dulu.
Fatan tersenyum pada pegawai Zara saat ia berpapasan di depan pintu.
"Aunty, Zara tinggal dulu ya!" Pamit pada pelanggan tetapnya.
"Ya Zara!" Jawab aunty yang bernama Linda.
-------🤔🤫--------
Bersambung
Comments
Post a Comment