SETULUS CINTA ZARA Part 11

Fatan masuk kamarnya setelah menidurkan Lana tapi ia tidak melihat Zara ada dikamarnya.

Ia memutuskan untuk mencari Zara didapur.

Dan saat ia ingin masuk dapur ia melihat Zara sedang berkutat dengan laptopnya saking seriusnya Zara tidak menyadari jika Fatan sedang memperhatikannya.


Fatan terus melihat gerak gerik Zara kadang mengusap hidung mancungnya, terkadang menggaruk rambut hitamnya kadang cemberut dan kadang tersenyum.

Membuat Fatan penasaran akhirnya ia melangkah diam-diam dan duduk disofa belakang Zara.


Fatan mengerutkan keningnya melihat Zara sedang mendesain baju bayi dan apa yang membuat dia cemberut.


Zara mengirim desainannya ke Helen dan dapat komentar tidak mengenakkan, jadi Fatan tahu apa yang membuat Zara Cemberut.


"Malam-malam kenapa tidak tidur?" Kata Fatan membuat Zara terjengkit kaget.


"Astagfirullah abang! Buat Zara kaget saja" kata Zara sambil menoleh kebelakang dan memegang dadanya.


"Zara ganggu tidur abang ya?" Tanya Zara, Fatan menggeleng.


Zara menghadap laptopnya lagi meneruskan desain baju bayinya.


"Chating dengan siapa?" Tanya Fatan.

"Helen bang!" Jawabnya sambil tangannya terus bergerak.


"Siapa Helen? Tapi itu seperti foto Dewa, jadi Helen itu istri Dewa? Wanita cerewet." tanya Fatan tanpa putus membuat Zara diam,kemajuan Fatan bertanya panjang lebar apa ini lampu hijau untuk keterusan rumah tangganya.


"Iya bang, emang Helen istri Dewa," jawab Zara.

Dia mengakhiri chatingnya dan duduk disamping Fatan.


Fatan memandang Zara begitu sebaliknya.

"Apa kamu mengenalku sebelumnya?" Tanya Fatan tiba-tiba.

Zara menggeleng "tapi pernah lihat Abang sebelumnya" jawab Zara.

"Dimana?" 

"Didepan minimarket saat itu Zara tidak sengaja menabrak abang" kata Zara jujur.


"Apa kamu mencintaiku?" Tanya  Fatan membuat Zara kaget.

Zara diam tidak menjawab.

"Zara!" Panggil Fatan.

Pertama kali Fatan memanggil namanya.


"Tentu bang, tentu Zara mencintai abang, abang suami Zara" jawab Zara jujur sebenarnya ia mencintai suaminya saat pertama Fatan mengucapkan ijab qobul didepan papanya.


 "Tapi aku tidak mencintaimu" kata Fatan langsung tanpa memikirkan perasaan Zara.

Zara hanya tersenyum.


"cinta itu pilihan bang, aku mencintai abang apa adanya meski abang tidak mencintaiku, aku akan tetap disini menemani abang Dan menjadi mama untuk Lana, aku akan pergi jika abang memintaku pergi" katA Zara.


"Cinta Zara tulus bang" sambung Zara, Fatan yang mendengarnya hanya diam dia tidak menyangka selapang apa hati Zara hingga ia menerima semua ini.


"apa yang membuatmu tetap bertahan?' Tanya Fatan.


Zara memandang suaminya, "ikhlas bang, hanya ikhlas" jawab Zara.

"Zara ikhlas mencintai abang, ikhlas menerima ini semua?" Jawab Zara.

Fatab diam mencerna setiap kata Zara.

"Aku masih mencintai dia mama kandung Lana" kata Fatan pelan.

"Masih berharap dia kembali" sambung Fatan.


 Zara mendengarnya hanya mampu tersenyum meskipun hatinya sedikit nyeri.

Bagaimana tidak suami yang dicintainya mencintai mantan kekasihnya 


####


Pagi hari seperti biasa Zara menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.

Obrolan kemarin malam berdampak baik untuk hubungan Zara dan Fatan karena secara tidak langsung Fatan mulai menerimanya meskipun ia tidak mencintai Zara.


"Zara!" Panggil Fatan.

"Assalamualaikum" salam Zara, Zara ingin membiasakan keluarganya dengan mengucap salam saat bertemu dengan sesama muslim.


"Waalaikumsalam, Nanti malam dapat undangan dari Dewa" kata Fatan.

"Zara juga diundang Helen bang, kemarin lupa mau ngomong, Zara boleh datang?" Tanya Zara.


"Berangkat bareng aku nanti" ucap Fatan.

Zara mengangguk dan pergi untuk membangunkan anaknya.


Zara turun dari lantai atas dengan menggendong Lana yang masi mengantuk.


"Assamulaikum papa!" Salam Lana dan mencium pipi papanya 


"Waalaikumsalam, libur sekolah, libur juga bangun paginya sayang" kata Fatan membuat Lana nyengir.


Zara tersenyum dan mengambilkan nasi goreng untuk Fatan dan Lana.


"Kamu tidak makan?" Tanya Fatan melihat Zara duduk sambil menyuap Lana.

"Zara puasa bang" kata Zara.

Fatan mengangguk.

Setelah menghabiskan sarapannya Fatan kembali keatas untuk mandi sedangkan Zara mengurus Lana.


 "Papa Lana kangen Eyang" kata Lana saat melihat Fatan turun.


"Lana mau kesana?" Tanya Fatan,

Lana mengangguk.

"Sama mama juga boleh papa?" Tanya Lana.

"Tanya mama gi!" kata Fatan.

Lana berlari kedapur mencari Zara.

Zara yang sedang mencuci piring kaget dengan pelukan dikakinya.

"Ada apa sayang?" Tanya Zara.

"Kerumah Eyang sama Mama"kata Lana.

"Okey bentar mama ambil hijab mama dulu" kata Zara.


Saat ingin naik kelantai atas Zara berhenti karena Fatan memanggilnya.

"Ya?" Tanya Zara.

Fatan mengangkat tangannya yang memegang kerudungnya.

"Terima kasih bang" kata Zara dan memakai hijabnya simple dan mengambil tas yang sudah dimeja makan.


 "Seharusnya Zara ambil sendiri bang, kalau begini jadi ngerepotin abang" kata Zara.

Fatan hanya diam, ia sendiri juga tidak tahu kenapa ia mengambilkan kerudung dan tas Zara tadi.


####


Sampai dirumah keluarga anggoro Zara turun dari mobil Fatan dan mengikuti Fatan dan Lana yang berjalan duluan.


"Assalamualikum" salam Fatan.

"Waalaikumsalam" jawab kedua orang yang sedang duduk santai di ruang keluarga.


"hey sayang! aduh eyang kangen sama Lana" kata Pria parubaya.

"Lana juga kangen eyang kakung" kata Lana sambil memeluk pria paru baya itu.


"Tidak ngantor pa?" Tanya Fatan dan duduk di double sofa.

"nanti siang saja" jawab anggoro.


 "Assalamualikum ma." Salam Zara dan mencium tangan mertuanya.

"Assalamulaikum pa" salam Zara pada papa mertuanya dan duduk disamping Fatan.


"Zara bagaimana Fatan?" Tanya Papa mertuanya.

"Bang Fatan baik kok pa dan juga perhatian" kata Zara membuat Fatan memandangnya, dia tidak bohong selama ini Fatan baik dan perhatian padanya jika tidak perhatian tidak mungkin Fatan melarangnya untuk menyelesaikan kerjaannya sampai larut malam,

Fatan membatasi sampai jam 11 malam saja.

"Kamu tidak bohongkan Ra?" Tanya Anggoro.

Zara menggeleng, "tidak pa!" Jawab Zara.

"Ada kemajuan kalau begitu". Kata Anggoro.


"Okey pa Fatan harus pergi kekantor dan titip Lana nanti malam ada undangan dari Dewa" kata Fatan


 Mamanya mengangguk.

"Pa Lana mau tidur sini Boleh?" Tanya Lana.

"Iya sudah lama Mama tidak ketemu Lana boleh ya Tan?" 


Fatan mengangguk dan berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum" salam Zara dan Fatan dan pergi keluar.


#####


Bersambung.

Comments