SETULUS CINTA ZARA Part 12

Zara ingin berkunjung ke kafenya tapi tidak enak jika meminta Fatan untuk mengantarnya karena arah kafenya tidak searah dengan kantor Fatan.


"Zara turun didepan saja bang" kata Zara membuat Fatan melihatnya sebentar.

"Kenapa?"


"Zara ingin mengunjungi kafe Zara sudah lama Zara tidak melihatnya" kata Zara.

"Aku antar" putus Fatan, Zara hanya mengangguk.


Sampai di kafe Zara turun sebelum turun ia mencium tangan Fatan seperti biasa.

"Nggak mampir dulu bang?" Tanya Zara.

"Ada meeting pagi ini" kata Fatan.


Zara mengangguk, "hati-hati bang" pesan Zara, Ethan hanya mengangguk dan pergi tepat saat mobil Fatan pergi Mobil mama Zara datang.


Zara tersenyum melihat mamanya yang cantik turun dari mobil.

"Assalamualaikum mamaku yang cantik" salam Zara dan menyambut mamanya dengan pelukan.


"Waalaikumsalam anak mama" jawab Aminah mama Zara.

"ayo masuk mama ingin mendengar ceritamu" ajak Aminah.

"Yuk ma!" Zara menggandeng tangan mamanya.


Zara membuka pintu kafe untuk mamanya.


 "Assamalamualaikum mbak Zara bu Aminah" salam Luna pegawai Zara.

"Waalaikum salam Luna" jawab Zara.

"Mbak minum apa?"

"Teh manis saja sama camilan ya untuk mama" pinta Zara.

Luna mengangngguk, Luna beruntung bertemu dengan Zara karena Zara ia bisa melanjutkan kuliahnya dan ia juga mendapat tempat tinggal.


Luna membawa pesanan Zara keruangannya.

"Makasih Lun!" Kata Zara.

"Sama-sama mbak, saya permisi bu" pamitnya Aminah nengangguk.


"Bagaimana hubunganmu dengan suamimu sayang?" Tanya Aminah setelah Luna pergi.


"Alhamdulillah ma semua baik-baik saja" jawab Zara.

"Syukurlah nak, mama kwatir sayang" kata Mama.

"Mama! Percaya sama Zara, Zara bahagia dengan semua ini" kata Zara mencoba untuk tidak membuat mamanya kwatir.

"Bagaimana tidak kwatir sayang melihat suamimu masa lalunya.." kata mama tidak meneruskan kata-katanya.

"Ma!" Panggil Zara memegang tangan mamanya.

"Jangan hukum seseorang karena masa lalunya, kita juga mempunyai masa lalu ma, dengan masa lalu kita bisa belajar itukan kata mama dulu" kata Zara.

"Zara bahagia ma sama Bang Fatan apalagi anak Zara sangat menyayangi Zara" sambung Zara.

Mamanya tersenyum mendengar kata Zara "anak mama sudah Dewasa " kata mamanya.

"Selalu do'a kan Zara dan Keluarga Zara mama!" pinta Zara.

"Tentu sayang, mama selalu mendoakan kalian" kata Mama.

Zara memeluk mamanya.

"Maaf Zara belum sempat menjenguk mama akhir-akhir ini Zara dan Bang Fatan sibuk ma" kata Zara

"Mama mengerti sayang" jawab mamanya.

Zara tersenyum mamanya selalu mengerti dirinya.


malam hari Zara sudah siap dengan gaun hitam coklatnya sangat anggun dengan hijab menutupi makhotanya, mahkota yang selalu ditutupinya.


Zara menunggu dikafenya karena tadi Fatan menelfonnya untuk menunggunya dikafe karena kalau pulang kerumah akan memakan waktu yang lama "cantiknya anak mama" puji Aminah saat melihat anaknya keluar dari kamar mandi diruangannya.

"Mama lebih cantik dari Zara" kata Zara merendah.


Suara ketukan pintu membuat Zara melangkah untuk membuka pintunya, ia tersenyum saat melihat Suaminya sedang berdiri sangat tampan, dan selalu tampan dimatanya.


 "Assalamualaikum abang!" Salam Zara dan mencium tangan Fatan.

"Waalaikumsalam" jawab Fatan.

Fatan melangkah melewati Zara saat melihat mama mertuanya.

"Assalamualikum ma!" Salam Fatan dan mencium tangan mama mertuanya.

"Waalaiukumsalam nak" jawab mama.


"Ma kami pergi dulu!" Pamit Fatan.

"Iya hati-hati" kata Aminah.

"Assalamualaikum!" Salam Zara.

"Waalaikumsalam" jawab Aminah.


Zara dan Fatan pergi ke rumah Dewa karena acara diadakan dirumah Dewa.


Sesekali Fatan melirik wajah tenang istrinya, wajah Zara selalu tenang ia tidak pernah menampakkan kesedihannya dan selalu tersenyum.


Mobil Fatan memasuki halaman Rumah Dewa dan sudah banyak mobil yang berjajar.

Zara turun dari mobil Fatan, Fatan juga turun dia mengulurkan lengannya Zara mengerti segera mengapit tangan Fatan untuk pertama kalinya.


 mereka masuk rumah Dewa semua tamu melihat kearahnya membuat Zara menunduk.

dan saat Zara melangkah ia mendengar bisik-bisik dari tamu undangan.


Fatan berjalan menuju salah satu temannya.

"Bro!" Panggil Fatan dan menepuk pundak temannya.

Pria yang dipanggil menoleh. "Hay bro" katanya sambil melihat kearah wanita yang disamping Fatan dan mengapit lengan Fatan.

Fatan melihat kearah dimana temannya melirik.

"Dia bukan Delisa setahu saya Delisa tidak berhijab?" Tanya Teman wanita.

"Sayang!" Tegur teman prianya.


"Kenalin istri gue Zara" kata Fatan memperkenalkan Zara.

Zara mengangguk dan tersenyum.

"Bukannya lo sama Delisa kok bisa menikah dengan perempuan lain apa perempuan ini yang merebutmu dari Delisa" cerocos wanita yang bernama Febi, Ia tidak tahu karena selama ini ia tinggal diluar negeri. 

Zara diam dia tidak mengerti, dia juga tidak tahu siapa Delisa.

"Jaga bicaramu Feb!" Tegur Dewa yang baru ikut berkumpul.

"Dia wanita terhormat tidak seperti temanmu itu" kata Dewa membuat Febi terdiam.

Dewa memandang Zara, Zara hanya menggeleng pelan dan Dewa hanya mengangguk mengerti.

Fatan meremas tangan Zara dan memandangnya dengan tatapan minta maaf.

Zara hanya tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.


 "Assalamualikum, maaf sebelumnya saya Zara" Kata Zara sambil mengulurkan tangannya pada wanita itu.


Dengan Ragu Wanita itu menyambutnya.

"Febi" katanya sedikit ketus.


"Sella" kata wanita lainnya yang dari tadi diam.

"Zara" kata Zara sambil tersenyum.


Fatan sedikit lega dengan sikap Zara yang tidak mengambil hati dengan ucapan Febi teman Delisa yang dari dulu kalau bicara tidak difikir dulu.


"Zara!" Panggil Helen.

Zara menoleh dan tersenyum dan dia memandang Fatan meminta izin untuk menemui Helen Fatan hanya mengangguk.


Zara melangkah mendekat ke arah Helen.


"Tidak apa-apa" kata Zara setelah mendapat pandangan cemas dari sahabat kecilnya.

"Seharusnya kamu memarahi dia seenaknya saja dia memaki dirimu" katanya Jengkel.

"Helen!, biarkan orang berkata apa yang penting kita tidak melakukan apa yang ia tuduhkan pada kita dan ingat kamu sedang hamil besar jangan begitu" Zara mengingatkan Helen hanya nyengir saja.


"Mama ingin bertemu denganmu," beritahu Helen.

Zara mengangguk dan mengikuti langkah Helen.


"Anak cantik Tante" kata Mamanya Helen setelah melihat Zara mendekat kearahnya.

"Assalamualikum tante, bagaimana kabarnya?" Tanya Zara.


"Waalaiukumsalam Zara alhamdulillah sehat, Zara sendiri gimana? Udah isi?" Tanya mamanya Helen.

"baik tante alhamdulillah, belum ada rejeki tante do'akan Zara semoga cepet nyusul Helen" kata Zara.

"Tante selalu mendo'akan kamu sayang, yaudah nikmati acaranya tante mau menyapa teman tante" pamit Mama Helen, Zara mengangguk.


Fatan mendekati Zara yang sedang berbicara dengan Helen dan Sella.


"Beruntung banget lo Tan dapat istri sesabar dia" kata Sella saat Fatan duduk disamping Zara, seperti biasa Fatan hanya diam saja.

"Abang mau makan?" Bisik Zara.

Fatan mengangguk, Zara berdiri untuk mengambilkan Fatan makanan.

"Lo nemu dimana bro istri seperti dia?" Tanya Geri suami Sella.

Fatan hanya mengangkat bahunya.

Teman-temannya tahu sifat Fatan yang irit bicara sejak Delisa pergi.


Bersambung.

Comments