SETULUS CINTA ZARA Part 10
Mereka sampai di sekolah Lana hanya dengan jalan kaki karena jarak sekolah dari butik Zara hanya sekitar 100 meter.
"Belum keluar?" Tanya Fatan.
"Sebentar lagi Bang" kata Zara.
Tak lama tepat jam 10, semua murid ke luar dari kelas, Zara tersenyum saat melihat Lana dengan tas ransel kecil dipunggungnya.
"Mama...!" Panggil Lana dan memeluk Zara.
"Papa jemput Lana lho" bisik Zara.
Lana melihat kebelakang Zara, Fatan sedang tersenyum ke Lana.
"Papa!" Panggil Lana.
Fatan merentangkan tangannya, Lana berjalan menuju pelukan Papanya.
"Maafin Lana Papa!" Kata Lana.
Fatan mengangguk.
"Papa juga minta maaf sudah terlalu sibuk" kata Fatan.
"Ayo sayang!" ajak Fatan.
Fatan menggandeng tangan Lana dan pergi meninggalkan Zara di belakang.
"Kenapa?" Tanya Fatan saat tiba-tiba Lana berhenti dan menoleh ke belakang.
"Mama ketinggalan Papa!" Kata Lana sambil menoleh ke belakang.
Zara sedang berjalan menghampiri Fatan dan Lana.
"Ayo sayang!" Ajak Zara dan berjalan menggandeng tangan Zara satunya.
---------
Zara tidak ikut pulang karena pengunjung butiknya sangat banyak hari ini.
"Mbak Zara!" Panggil Sachi.
"Ya?" Tanya Zara.
"Sudah waktunya pulang Mbak" Sachi mengingatkan.
"Ouwh iya makasih Chi" kata Zara dan membereskan kerjaannya dibantu Sachi.
"Makasih Chi, ayo aku antar pulang kita searah kan?" Kata Zara.
Sachi mengangguk.
Setelah Zara mengantar Sachi pulang ia segera mengarahkan mobilnya ke arah rumah Fatan.
Tidak sampai satu jam Zara sudah sampai di halaman rumah Fatan. Ia memasukkan mobilnya ke garasi dan langsung berlari masuk ke dalam rumah lewat pintu penghubung antara garasi dan rumah utama karena mendengar Lana menangis.
"Assalamualaikum" salam Zara.
Lana mendengar suara Zara langsung berlari ke Zara.
"Hey kenapa menangis?" Tanya Zara sambil membersihkan bekas air mata.
"Mama tidak pulang-pulang" rengeknya
Aku melihat Jam tanganku memang terlalu sore, biasa aku pulang jam empat sore dan ini sudah hampir magrib dan biasanya Lana juga bersamaku.
"Maaf sayang tadi Mama banyak banget pengunjung dan InsyaAllah tidak akan lagi, maafin Mama ya?" Kata Zara
Lana mengangguk dengan masih memeluk Zara.
"Sebagai gantinya Mama akan buatkan makanan kesukaan Lana setuju?" tawar Zara.
"Setuju" jawab Lana pelan.
Zara melangkah menuju Fatan yang sedari tadi melihatnya.
"Assalamualaikum Abang!" salamnya dan mencium punggung tangan suaminya.
"Maaf Zara telat tadi" kata Zara meminta maaf.
"Ya!" Jawab Fatan pendek dan pergi ke ruang kerjanya.
"Sabar Zara" Batin Zara.
Ia segera masuk ke kamar untuk ganti baju dan melepas hijabnya dan kembali lagi untuk memasak makan malam.
Dilihatnya Lana sedang menggambar di atas karpet depan tv.
Setelah memasak dan menyiapkan di meja, Zara menghampiri Lana mengajak Lana untuk makan.
"Sayang, makan dulu yuk" ajak Zara.
Lana memandang Zara kemudian mengangguk. Ia merentangkangkan tangannya minta gendong.
Zara menggendong Lana menuju meja makan dan mendudukkannya di kursi.
"Sayang Mama mau memanggil Papa dulu ya, Lana tunggu disini." Pinta Zara.
Lana mengangguk patuh.
Zara segera naik ke atas menuju ruang kerja Fatan, belum sampai Zara mengetuk pintu, Fatan sudah keluar.
"Bang makan malam sudah siap" kata Zara seperti biasa Fatan tidak menjawab dan pergi begitu saja.
Setelah makan malam, Fatan kembali ke ruang kerjanya. Ia duduk di kursi kerjanya dan membuka laci ia mengambil buku kecil milik Zara yang ia ambil tadi dibukanya lembar kedua.
05-02-2016
Assalamualaikum wr. Wb
Aku menerima dengan ikhlas apa yang Allah takdirkan padaku,
Hari ini Papa datang membawa kabar yang cukup mengejutkan bagiku.
Papa? Ya Papa, Papa yang pergi saat usiaku 17 tahun hari ini Papa datang.
Beliau ingin menjodohkanku dengan anak dari sahabat Mama dan Papa,
Aku harus jawab apa ?
Ya Allah hanya engkau yang mampu menjawab semua ini.
Wassalam.
Fatan membuka lembar berikutnya.
06-02-2016
Assalamualaikum wr wb
Hari ini aku akan memutuskan apa jawabanku.
Dengan bismillah aku menyetujui tawaran Papa bukan karena mereka keluarga kaya atau sahabat Mama dan Papa tapi karena hatiku telah menetapkan pilihannya yaitu untuk menyetujuimya.
07-08-2016
Assalamualaikum wr wb.
Hari ini calon mertuaku datang dan membawa seorang gadis kecil yang sangat cantik.
dia bernama 'Alana Putri Anggoro' nama yang cantik. Siapa dia? Apa dia anak dari calon suamiku?
saat dia memanggilku 'mama' sisi lain dari hatiku tersentuh. Ya Allah siapa gadis kecil ini? hatiku sangat senang ketika ia memanggilku mama.
08-02-2016
assalamualaikum wr wb.
Tak akan pernah habis curahan hatiku hanya dengan ini aku bisa mencurahkan semua yang ada di hati.
Dia bukan anak haram!
Karena bayi dilahirkan tanpa dosa sedikitpun, bagaikan sebuah kertas putih polos tanpa ada coretan tinta di dalamnya.
Dilahirkan di luar nikah bukanlah kehendak bayi, bayi itu tak harus bertanggung jawab atas dosa kedua orangtuanya.
Seandainya ia bisa memilih ia tidak akan memilih dilahirkan seperti itu.
Aku terus menyangkal setiap apa kata orang, Lana dia akan menjadi anakku,
Aku akan mencintainya, menyayanginya seperti anakku kandungku.
09-02-2016
Assalamualaikum wr wb.
Hari ini hari bahagiaku sebuah pernikahan yang aku impikan sederhana tidak begitu meriah hanya keluarga besar dan relasi bisnis Mama Papa.
Pertama melihat dia suamiku subbhanallah pria di depannku ini adalah pria yang tiga tahun aku temui dulu aku masih ingat bagaimana wajah dinginnya bagaimana cara dia menatapku.
Ya Allah apa rencanamu, Kau mempertemukan aku dengannya pria pertama yang membuat hatiku tidak tenang.
Fatan menutup bukunya Zara pernah bertemu dengannya kapan?
Fatan terus mengingat kapan ia bertemu dengan Zara seingatnya dia tidak pernah bertemu dengan Zara.
Lamunannya buyar dengan ketukan pintu.
"Maaf Bang, Lana ingin tidur dengan Abang" kata Zara.
Fatan hanya mengangguk dan Zara kembali menutup pintunya.
-----------
Fatan turun melihat Zara sedang mengajari anaknya menulis.
Zara adalah gambaran Ibu yang baik dan tidak selamanya Ibu tiri itu kejam, buktinya Zara sangat menyayangi anaknya, dulu sering sekali Mamanya menyodorkan foto wanita yang ingin dijodohkan dengan dia, tapi dia selalu menolak sudah terlihat dari fotonya bagaimana wanita itu nanti dengan anaknya.
Tapi saat Mamanya ingin menjodohkannya dengan Zara ia tidak ingin melihat fotonya dan langsung menyetujuinya.
Apa itu sudah takdir? Ia juga tidak tahu.
"Sayang katanya mau bobok sama Papa?" Tanya Fatan yang sudah duduk disamping Lana.
Lana memandang Fatan dan mengangguk.
"Mama, Lana bobok dulu ya?"
"Iya sayang!" Kata Zara.
Fatan dan Lana pergi meninggalkan Zara yang mulai mengerjakan pekerjaannya.
-------🙋♀️🙇♂️--------
Bersambung.....
Comments
Post a Comment